Selasa , 27 Juli 2021

Komisi B Melakukan Rapat Dengar Pendapat Dengan Masyarakat Desa Bandar Selamat Terkait Sungai Di Desa Bandar Selamat Tercemari Oleh Limbah Pabrik PT.KIP (Kencana Inti Perkasa)

Selasa, tanggal 11/02/2020 kunjungan Gerakan Milenial Labuhanbatu Utara bersama Aliansi Masyarakat Desa Bandar Selamat Kecamatan Aek Kuo Ke Kantor DPRD Kabupaten Labuhanbatu Utara untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam rangka adanya temuan dan bukti bahwa sungai Di Desa Bandar Selamat tercemari oleh limbah pabrik yang di duga merupakan limbah pabrik PT. KIP (Kencana Inti Perkasa).

Dalam Kunjungan ini Masyarakat Desa Bandar Selamat diterima oleh Ketua Komisi B Muhammad Rafiq, Wakil Ketua Komisi B Augustinus Simamora, SH.M.Si, dan Anggota Komisi B Amin Makmur,SE, H. Ari Susilo Polopo Siregar,SP, Eli Lubis, dan Afriyanti Br. Simangunsong, S.ST. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) juga dihadiri Dinas Lingkungan Hidup, dalam Rapat tersebut Masyarakat Bandar Selamat bermohon  agar menindaklanjuti permasalahan terkait tercemarnya sungai Di Desa Bandar Selamat yang di duga merupakan limbah Pabrik PT.KIP (Kencana Inti Perkasa).

Selanjutnya Kasus terbaru pencemaran sungai pada tangal 28 Bulan Januari Tahun 2020 yang lalu pada pukul 09.00 wib, sungai menghitam dan ikan bematian, dan sebelumnya pada bulan oktober Tahun 2019 limbah beracun juga masuk, dan masyarakat bersama GM labuhanbatu utara unjuk rasa, tapi tidak ada penyelesain, padahal pada tahun 2018 pada bulan agustus juga limbah masuk dan masyarakat membawa sekarung ikan mati kerna limbah dan disitu buat berita acara dari Dinas Lingkungan Hidup untuk menguji sample ikan yg kita bawa dan mewajibkan menutup kleybad pencucian pabrik secara permanen, tapi semua itu tidak tindakan sampai sekarang hal ini disampaikan oleh Ramadhan Simatupang salah satu Masyarakat Bandar Selamat dalam kata sambutannya.

Kemudian beberapa tuntutan yang dipaparkan oleh masyarakat Bandar Selamat sebagai berikut :

  1. Mengutuk keras dan harus mencabut segera pipa siluman dari kolam 12 yang menuju parit pembuangan dan di saksikan masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup Labuhanbatu Utara dan pihak keamanan (Polsek dan Koramil) dalam tempo 1×24 jam
  2. Menutup parit pembuangan kleybat/cucian pabrik dan di saksikan oleh masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup Labuhanbatu Utara dan pihak keamanan(Polsek, Koramil) dalam tempo 1x 24 jam
  3. Memenuhi kuota kebutuhan karyawan PT. KIP dari warga/masyarakat/pemuda di lingkungan berdirinya pabrik PT. KIP
  4. Menjalankan Coorporate Sosial Responsibility Perusahaan untuk kesejahteraan Masyarakat sekitar pabrik PT.KIP
  5. Mendesak PT. KIP untuk membayar denda kerugian akibat perusakan lingkungan berat akibat pembuangan limbah secara ilegal dari kolam 12 yg menggunakan pipa siluman yang tidak sesuai uji baku mutu dari Dinas Lingkungan Hidup Labuhanbatu Utara selama 8 tahun sejak 2011 sebesar 1 Milliar Rupiah.

(Humas Setwan/Rizal, Ikhsan, Iin).

Baca Juga Berita Dibawah Ini :

NB : Subscribe Channel DPRD Labura agar tidak ketinggalan berbagai berita menarik dan bermanfaat seputar kegiatan Anggota DPRD, setiap hari.